Tuesday, May 24, 2011

KELADI TIKUS si pembunuh sel kanker

Rasanya dunia kiamat. Begitulah perasaan seseorang bila divonis kanker.
Bayangan operasi ataupun kemoterapi yang akan dijalani.
Tapi sebelum itu terjadi, mengapa tidak mencoba ramuan keladi tikus?
Hasil penelitian di Malaysia menunjukkan umbi itu dapat membunuh serta
menghambat perkembangan sel kanker sekaligus menghilangkan efek buruk dari kemoterapi.

Tanaman keladi tikus atau Typhonium flagelliforme (lodd) BL merupakan tanaman ajaib.
Ini tak lain karena khasiat yang terdapat di dalamnya.
Bahkan keladi tikus yang di Malaysia juga dikenal dengan sebutan Rodent tuber ini pun
sudah diteliti di Universiti Sains Malaysia.
"Di Indonesia, keladi tikus merupakan tanaman liar,
mirip gulma yang banyak ditemui di pinggir sawah.
Biasanya para petani membuang tanaman tersebut," jelas Yellia Mangan, seorang herbalis.
Namun setelah dilakukan penelitian di Malaysia, tanaman tersebut menjadi populer.

Menurut Prof. K.L. Chan dari University Sains Malaysia (USM),
ekstrak dari keladi tikus yang tingginya sekitar 25-30 cm ini
akan lebih efektif bila dalam kondisi masih segar.
Hasil penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa ekstrak dari akar juga efektif untuk kanker prostat.
Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Lam Siew Hong di USM menyebutkan
bahwa terjadi peningkatkan aktivitas antibakteri dalam darah ikan lele.

Dari Umbi Hingga Bunga

Sesuai dengan namanya, bentuk keladi tikus memang mirip keladi atau talas.
Hanya saja daunnya lebih kecil.
Itu sebabnya keladi tikus masuk dalam famili Araceae,
jenis tanaman keladi-keladian Di Indonesia, sebutan untuk keladi tikus ini cukup banyak.
Ada yang menyebutkan bira kecil, daun panta susu, kalamoyan, ileus, ki babi,
trenggiling mentik, dan gofu sepa.


Dinamakan keladi tikus, karena bentuk bunganya mirip tikus.
Tetapi ukuran keladi tikus yang tumbuh di Jawa Timur maupun di Jawa Barat
cukup berbeda. Untuk yang tumbuh di Jatim, umbi yang dihasilkan lebih besar
daripada yang di Jabar. Tetapi jenis keladi tikus yang dimaksud justru banyak
terdapat di Pekalongan, Jawa Tengah.

Tapi itu tidak masalah. Karena yang lebih penting keladi tikus mengandung antineoplastik
atau antikanker selain juga bisa berkhasiat sebagai antivirus.
Efek farmakologi inilah yang menjadi obat utama untuk mengatasi kanker stadium lanjut.
Bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah keseluruhan dari tanaman tersebut.
Mulai dari akar (umbi), batang, daun hingga bunga.
Tentu saja, efek tersebut akan bertambah baik bila diberikan bersama-sama dengan tanaman lainnya.
Seperti waru landak, rumput mutiara dan yang lainnya.

Beberapa penelitian yang dilakukan di Malaysia,
keladi tikus dapat mengurangi keluhan rasa sakit ataupun terjadinya metastase
atau penyebaran sel kanker.
Tanaman itu sendiri seperti dikatakan Yellia bersifat rekonstruktif.
"Sel-sel yang masih bagus akan dijaga.
Sel yang mati ataupun rusak akan dibangun kembali," tukasnya.
Banyak pasien Yellia yang kondisinya membaik setelah mengkonsumsi keladi tikus.

Banyak perubahan yang terjadi pada pasien kanker yang ditanganinya.
Luka yang timbul pada pasien kanker payudara misalnya cepat mengering.
Bahkan ada pasiennya yang keluhannya berkurang setelah beberapa saat mengkonsumsi keladi tikus.
Menurutnya, pasien tersebut sudah mengalami kanker yang cukup parah.
Karena sel kanker payudaranya sudah menjalar ke paru-paru bahkan sampai ke sumsum tulang belakang.

Bersifat toksik

Itu sebabnya si pasien sering mengalami sesak napas.
Tetapi begitu mengkonsumsi keladi tikus, keluhannya berkurang.
Memang diakui oleh Yellia, kerja dari keladi tikus ini sangat efektif.
Terlebih lagi bila diberikan bersama-sama dengan 'timnya'. Namun yang perlu diingat,
keladi tikus sangat tidak dianjurkan untuk tindakan pencegahan karena sifatnya yang toksik itu.
Sebagai gantinya, untuk pencegahan lebih baik mengkonsumsi sambiloto ataupun
temu mangga yang bisa menghambat perubahan sel yang kemungkinan bisa menjadi ganas.

Jenis kanker yang bisa dihambat oleh keladi tikus selain kanker payudara adalah
kanker nasofaring, liver, kanker leher rahim, pankreas, prostat, paru-paru dan banyak lagi.
Selain kanker, menurut beberapa penelitian juga disebutkan bahwa keladi tikus bisa digunakan
untuk orang-orang yang mengalami kecanduan narkoba.
Karena bisa menetralisir racun narkoba. "Tapi saya sendiri belum menggunakannya," tambah Yellia.

Bagi penderita miom atau kista dalam rahim,
ramuan keladi tikus ini juga bisa digunakan.
Keladi tikus yang diberikan secara teratur dan bertahap akan membuat miom mengecil.
Hanya saja, Yellia mewanti-wanti untuk tidak menggunakannya bila tidak diperlukan.
Selain itu, keladi tikus juga bisa mengatasi gangguan amandel.
Caranya dengan membuat cairan keladi tikus untuk digunakan sebagai obat kumur.

Yang perlu diperhatikan oleh pasien kanker, dalam menjalankan pengobatan dengan keladi tikus ini,
ada beberapa pantangan yang harus dikerjakan.
"Seperti tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, rokok, alkohol, tape, nanas, nagka,
durian, makanan pedas, bakso, gorengan, minuman bersoda, es, kecambah ataupun sawi hijau.
Karena makanan tersebut bisa menetralisir efek dari obat keladi tikus itu sendiri," jelas Yellia.

Resep

Untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Ambil 3 batang keladi tikus lengkap, beratnya sekitar 50 gram.
Cuci kemudian rendam selama 30 menit.
Tumbuk halus lalu peras dengan kain.
Air perasannya lalu diminum.


Keladi tikus juga bisa digunakan sebagai obat untuk koreng.
Caranya, tumbuk umbi keladi tikus lalu tempelkan di tempat yang mengalami koreng.

Dilarang Bagi Wanita Hamil

Karena sifatnya yang sangat toksik atau beracun ini,
ada beberapa hal yang menurut Yellia Mangan, harus diperhatikan

Keladi tikus lebih baik tidak dikonsumsi dalam bentuk mentah.
Ada baiknya dalam bentuk yang sudah dikeringkan atau kapsul. 

Pemberian keladi tikus untuk menghilangkan efek kemoterapi diberikan setelah 1 minggu kemoterapi.
Keladi tikus tidak dianjurkan untuk orang sehat ataupun sebagai tindakan pencegahan terhadap kanker.
Lebih baik mengkonsumsi temu mangga untuk mencegah kanker payudara ataupun temu putih untuk kanker rahim.

Boleh digunakan bila terdapat tumor jinak.
Itu pun tidak hanya keladi tikus saja yang diberikan,
tapi juga bersama tanaman obat lainnya.

Wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi keladi tikus.  
Pada orang yang sensitif, keladi tikus bisa menimbulkan rasa gatal ataupun mual.
Bila itu yang terjadi, penambahan gula atau madu bisa menetralisir rasa tersebut.
Hanya perlu diperhatikan bagi orang yang menderita diabetes.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

 

Hidup Sehat